Harga Batu Bara Terjun Bebas, Saham-saham Emiten Tambang Justru Naik Tipis
batu2
Senin, 1 November 2021 12:54 WIB

TEMPO.CO, Jakarta – Samuel Sekuritas melihat sejumlah emiten batu bara naik tipis pada sesi pertama perdagangan Senin, 1 November 2021. Meskipun, harga komoditas itu masih belum berhenti terjun bebas.

 

Pada perdagangan akhir pekan lalu, harga batu bara anjlok 10,12 persen ke angka US$ 154,9 per ton. “Kendati demikian, saham sejumlah emiten batubara justru naik tipis pada sesi pertama perdagangan hari ini,” dinukil dari analisis Samuel Sekuritas Indonesia, Senin.

Saham yang mengalami kenaikan antara lain Indo Tambangraya Megah Tbk alias ITMG yang naik 3 persen, Borneo Olah Sarana Sukses Tbk alias BOSS yang naik 2,2 persen, Bumi Resources Tbk alias BUMI yang naik 1,3 persen, dan Adaro Energy Tbk alias ADRO yang naik 1,1 persen.

Secara umum, IHSG naik tipis di sesi pertama perdagangan hari ini dengan menutup sesi di angka 6.599,8. Angka tersebut 0,12 persen lebih tinggi dari angka penutupan akhir pekan lalu yang di level 6.591,3.

Sebanyak 274 saham menguat, 232 melemah, dan 176 stagnan pada sesi pertama perdagangan hari ini, dengan nilai transaksi mencapai Rp 5,9 triliun.

Di akhir sesi pertama hari ini, tercatat investor asing melakukan beli bersih sebesar Rp 132,6 miliar di pasar reguler, sementara di pasar negosiasi tercatat jual bersih asing sebesar Rp 24,8 miliar.

Saham Bank BRI (BBRI) menjadi saham yang paling banyak dibeli investor asing di sesi pertama hari ini, dengan nilai net buy asing mencapai Rp 50,8 miliar, disusul ITMG Rp 40,4 miliar dan KLBF Rp 35,1 miliar.

Sementara itu, saham emiten migas BUMN Perusahaan Gas Negara (PGAS) menjadi saham yang paling banyak dilepas investor asing di sesi pertama hari ini, dengan nilai net sell sebesar Rp 24,9 miliar, diikuti ARTO Rp 24,1 miliar dan BUKA Rp 13 miliar.

 

Reporter: 

Caesar Akbar

Editor: 

Martha Warta Silaban

Senin, 8 November 2021
|
16